Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

kecewa

Kau tahu,apa yang lebih menyakitkan dari rasa sakit itu sendiri? Rasa kecewa kau tahu. Aku pikir kau orang yang tepat,yang selama ini disembunyikan lalu datang dengan kabar membahagiakan.Tapi aku terlalu naif aku salah menilai mu kau hanya datang padaku ketika kau butuh,kau hanya bersandar,meneduh karena lelahnya dirimu lalu kau pergi dengan bekas yang kau tinggalkan. Aku tau memaksakan perasaan memang tidak baik dilakukan,mungkin awalnya menyenangkan tapi berakhir sakit yang mendalam. Aku tahu perasaan memang kerap kali berubah,sulit di tebak atau diramal sekalipun.Tapi satu hal yang aku tahu jika dibicarakan terus terang tanpa saling gengsi menghadang percayalah rasa itu akan tetap sama . Wahai kamu,meski rasa itu menghilang dari lubuk hatimu,aku hanya tak ingin kau menghilang tanpa kabar,seperti biasa saja hanya saja terpisah batas teman.Aku berterimakasih padamu kau telah meninggalkan bekas di ruangan ini walau hanya sebentar setidaknya pernah terisi.Aku tak akan melupakan kenangan...

Teruntukmu

Untukmu,,, Selamat siang Bu lurah,aku tau hari ini adalah hari Minggu, Hehe iya iya hari ini hari yang spesial buatmu,hari ini pula hari yang membahagiakan untukmu ,aku tau itu. Maaf untuk selama ini aku belum sempat menampakan diriku. Apa kau tau ? Aku ini lemah,aku tak pandai bertindak atau membuatmu terkesan,aku mungkin tak seperti yang kau bayangkan dalam benakmu.Aku seperti ini yang kau lihat dari kacamata mungilmu itu,aku seperti yang digambarkan teman-teman mu ,inilah aku si payah yang tak mampu mengungkapkan kegelisahan ku ,aku hanya meluapkanya pada deret tulisan yang kubuat dengan rasa,dan ini yang aku lakukan sekarang. Maafkan aku yang seolah tak peduli denganmu,tapi percaya lah aku punya cara sendiri menyampaikan itu kau tak perlu mengerti ,percaya saja itu cukup buatku. Aku hanya ingin menyampaikan padamu selamat ya ,semangat buatmu jangan malas-malasan dalam menuntut ilmu,walaupun mungkin nanti kau tak bersamaku tapi semoga kau jadi sosok yang indah selalu.Satu lagi jadil...

Nestapa kala pandemi

Hai,ini cerita dariku.Seorang lulusan SMA terbaru tahun 2020. Dulu sewaktu masih sekolah aku sering mengeluh 'kapan ya lulus,sekolah terus banyak tugas' bagiku itu wajar saja,disaat gejolak masa muda emang ingin sekali hidup bebas,terbebas dari tugas,terbebas dari kepenatan yang terjadwal dan wajar saja karena belum tau kencangnya angin yang menerpa. Tapi kini ,semua berkata lain.Dikala kelulusan yang diidamkan hanya lewat online tanpa berjabat tangan , yang dulu mengidamkan berfoto,untuk kenang-kenangan kini hanya Vidio -call depan layar kaca,dulu berangan-angan 'lulus sekolah terus kerja dapat komisi lalu hura-hura atau masuk perguruan tinggi impian bersenang-senang mumpung masih muda,itu semua angan-angan belaka. Tahun ini memang sulit terasa ,tapi tenanglah semua kan baik-baik saja. Buat mu yang sudah masuk perguruan tinggi impianmu,belajarlah dengan baik,dan lulus dengan predikat yang baik,tak perlu sempurna yang penting itu memuaskan bagimu,tuntunlah mereka-mereka yan...

Senyum manis

Selindung angan dibalik gemerlap malam,sendiri dikamar ini mencatat apa yang kurasa,berkeluh kesah seadanya,bercerita tanpa didengar,menagis tanpa airmata. Kamu, Apakah kamu melihat indahnya malam ini? Dengan gemerlap bintang-bintang di angkasa setia menemani rembulan disana.kunang-kunang menari indahnya cahaya memancar ,alunan irama malamnya menyejukkan hati,berdialog tanpa lawan bicara. Semilir Bayu mengirimkan pesan dari ku yang nian memendam rindu,bodoh memang aku terlalu takut untuk mengungkapkan mungkin dalam lubuk hatimu merasa perasaan mu itu menggantung atau hanya mangkir tenanglah aku telah menerimamu walau aku tak mengungkapkan rasa itu tapi kuharap kau tau maksudku. Teringat senyummu itu, Senyum manis indah terbentang ,terpancar unik mengisyaratkan 'hai ,ini aku' kau pergi meninggalkanku dengan segala haluku saat itu,aku tau kita memang tak saling bertamu,padahal kita tak saling terlampau jauh,tapi tenanglah doa ini selalu tersemat di hatiku. Selamat malam duhai per...

Bertemu,denganmu waktu itu

Entah angin apa yang membawamu padaku,antara kebetulan atau sebuah takdir Tuhan.Semua terjadi begitu cepat,akupun tak sempat saling sapa bahkan bertanya nama pun belum terlaksana. Siang ini aku membuka kanal Instagram miliku,aku membuka cerita singkat didalamnya .Aku melihat sosok yang tak asing bagiku,seperti pernah melihatnya 'tapi dimana' gumamku Aku sempat penasaran dan ternyata itu kau ,aku tak salah lagi ,rasa ini sama saat aku melihat gadis itu,gadis yang aku Kagumi itu. Sekian lama aku hanya memendam sendiri,aku malu untuk mengungkapnya kita adalah saling yang berbeda.Aku hanya bisa mengawasimu dari jauh melihat cerita-cerita mu hingga aku membaca salah satu tulisanmu dimalam itu. 'benarkah ini' terkejut sekilas tak percaya akan apa yang aku baca.Aku memang sempat ragu sampai kau meyakinkanku lewat pesan singkat yang kau kirim berbarengan setelah ceritamu habis ku baca,  itu bukan khayalan mu saja ,semua ini nyata baik itu perasaanku atau apa yang terjadi saat i...

Mata luka

Aku pengagum mu,, Melihatmu dari sela-sela jendela itu Aku pengagum mu,, Diam-diam menyukaimu dari balik tembok batas itu Kau unik,,, Menyimpan banyak misteri Sulit dipecahkan seperti puzle dan kerabatnya itu Membingungkan seperti labirin Itulah kamu,aku mengagumimu Aku bimbang entah kenapa Kita dibesarkan dari satu atap yang sama Tak bisa aku mengatakan aku cinta padamu atau semacamnya Kita ini sama  Sama-sama datang dengan asa yang dititipkan Tak berani lisan ini mengungkapkan dengan lantang Perasaan-perasaan yang nian mendalam Laksana gemuruh dilautan gejolak menabrak karang Cukup aku simpan sebagai kenangan untuk ku ceritakan Duhai insan penggenggam Apa kau ingat waktu itu? Untuk pertama kali kita bertemu Kita saling tatap tak saling terucap Saat itu kau merintihkan airmata Melihat bapak ibumu menjauh dari hadapan Aku ingin sekali menyapa  Tapi kita bukan apa-apa Aku coba mengikhlaskan Menunggu hingga kita keluar dengan gelar Sekarang ,aku mulai berani menyapamu,melambai,s...

Berdamai

Hai kamu, Apakah kamu merasakan rasa sesak,apakah kamu menyimpan amarah,emosi yang ingin diluapkan? Rasa itu akan menetap disana,berubah menjadi sisi lain dalam dirimu yang harus kau taklukan tapi itu tak akan menghilang. Lalu bagaimana melakukanya? Berdamailah,tenanglah,berbiasalah.Cobalah 'berkenalan' dengan sisi lain dari dirimu itu,ajaklah berbicara Dengan begitu kau akan mengerti bagaimana perasaan dirimu sendiri. Jalin hubungan yang nyaman,memang sulit kedengaranya,namun jika kau dapat melakukannya kau akan tau kemenangan yang sesungguhnya karena hal yang tersulit adalah menaklukan diri sendiri dari kegelapan hati. Misalkan, Jika kegelapan itu sebanyak buih dilautan  maka jadikan hatimu seluas samudera.Hidup ini punya siklus jika dirimu keras kepada diri sendiri maka dunia ini akan lunak kepadamu. #puisi #sudutpandang #motive