Masa lalu dan dirimu
Saat berkendara tentu pandangan kita fokus kedepan, menatap jalanan, mengatur gas menikmati perjalanan hingga ke tujuan. Namun tak jarang juga harus melihat spion melihat kebelakang untuk mengatur jarak kendaraan. Ini juga berlaku di kehidupan dalam teorema hubungan, kita tak akan tau bagaimana hati ini bermain, memutar rasa atau bergejolak dengan suasana. Kita tak bisa menyalahkanya, tak bisa pula menghindar atau seolah tak tau. Kita cukup siap, siap akan pergantian ilusi siap akan situasi dan kondisi. Masa lalu? Apa definisinya, bukankah itu bonus yang didapat dari mengarungi waktu, bukankah itu ghonimah dari peperangan dengan keadaan. Masa lalu bukanlah hal yang tabu tuk dikenang, bukan hal yang mustahil untuk bisa terjadi lagi. Kita tak bisa mengubahnya tapi kita bisa menjaganya, kita tak bisa pula membencinya karena bagaimanapun juga ‘dia' pernah ada. Jika kita membencinya sama halnya dengan kita membenci diri kita yang dulu dan itu suatu kebodohan. Anggap saja masa lal...