Melangkah


Langkah pertama memang begitu berat rasanya,merelakan yang lalu untuk menyapa yang baru.Menyusun langkah-langkah kecil,merakit perjalanan yang terukir,berbagi waktu tiap detiknya.

Kata perpisahan yang harus terlontar,meski mulut ini tak ingin mengucap seolah bungkam dan memilih diam.Kaki ini seolah punya jiwanya sendiri,berjalan menyapa debu jalanan,bertatap,bertegur sapa .Berjalan mencari arti diri bukan berlibur seperti preman berdasi bersama selir-selir pengikutnya,tetapi negri ini memanggil seakan telah menunggu untuk berbagi cerita yang telah terjadi.

Ini memang masih awal ,masih dini untuk berharap dan menanti,kemana kita akan pergi?pertanyaan yang terus terngiang,entah kenapa sulit untuk menjawabnya,aku pun ragu menjawabnya "kau harus pergi,mencari sebuah batu yang paling keras di dunia ini"bisikan dalam hati,entah siapa itu.
Rasa terasing begitu jelas terasa,dikelilingi hal baru , rasa takut selalu menyertai seperti bayangan diri selalu setia disisi.

Janganlah selalu merasa terasing,cobalah untuk menjalin,perahu tidak akan bisa berlayar,jika harus melawan arus,ikuti saja arusnya bentangkan layar selebar-lebarnya berlabuhlah jika lelah,siapkan jangkar untuk berjaga-jaga

Bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mekar

Sayang dan harga diri

Masa lalu dan dirimu