Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Masa lalu dan dirimu

Saat berkendara tentu pandangan kita fokus kedepan, menatap jalanan, mengatur gas menikmati perjalanan hingga ke tujuan. Namun tak jarang juga harus melihat spion melihat kebelakang untuk mengatur jarak kendaraan.  Ini juga berlaku di kehidupan dalam teorema hubungan, kita tak akan tau bagaimana hati ini bermain, memutar rasa atau bergejolak dengan suasana. Kita tak bisa menyalahkanya, tak bisa pula menghindar atau seolah tak tau. Kita cukup siap, siap akan pergantian ilusi siap akan situasi dan kondisi.  Masa lalu? Apa definisinya, bukankah itu bonus yang didapat dari mengarungi waktu, bukankah itu ghonimah dari peperangan dengan keadaan. Masa lalu bukanlah hal yang tabu tuk dikenang, bukan hal yang mustahil untuk bisa terjadi lagi. Kita tak bisa mengubahnya tapi kita bisa menjaganya, kita tak bisa pula membencinya karena bagaimanapun juga ‘dia' pernah ada. Jika kita membencinya sama halnya dengan kita membenci diri kita yang dulu dan itu suatu kebodohan. Anggap saja masa lal...

Fosil berharga

Bayu berhembus,semilir sejuk belai menyambut Menabrakkan diri pada kain merah putih Dijahit penuh ketegangan,mengorbankan ribuan nyawa dibawahnya Berkibar penuh haru suasana,memuntahkan rasa ragu pada penerus kini Kini harus bagaimana? Jiwa muda yang penuh akan tata Krama,sopan santun hilang termakan usia Jiwa muda yang saling menghargai , toleransi kini telah tiada Jiwa muda yang tangguh kini telah lumpuh Kini harus bagaimana? Ajaran leluhur,dongeng orang tua, berbagi digantikan mesin genggang tak bernyawa Seorang anak membunuh orang tuanya lantaran kesal dan gengsi belaka Seorang murid berkelahi dengan gurunya,  Dimana etika leluhur bangsa?  Kini harus bagaimana? Ketika agama dijadikan bahan komedi ditertawakan berujung klarifikasi Publik figur dijadikan panutan penggemarnya menjual diri 20juta Berjoget seksi depan kamera,bangga mempermalukan diri demi konten dan like belaka Kemana, kemana pemuda itu pergi?  Tergila-gila dengan budaya asing bahkan budaya sendiri terasin...

Cemburu

Aku tak tau ini artinya apa, sempat aku bertanya-tanya kenapa rasanya begitu tak ikhlas di hati, ketika kau dekat seseorang yang padahal aku sendiri tau bagaimana perasaanmu, tapi tetap saja Hati ini bergemuruh. Meskipun aku juga belum mengungkapkan rasaku padamu tapi kuharap kau sudah tau.  Aku tau ini resiko bagiku, menguatkan hati, memalsukan mimik muka.aku bangga kau disukai banyak orang sebab kau orangnya mudah bergaul, kau hangat. Aku memang percaya padamu tapi aku kurang percaya dengan teman-temanmu,meskipun itu saudaramu sekalipun. Kau tau kenapa aku seperti ini, karena aku laki-laki aku tau jalan fikir laki-laki itu gimana, tidak ada laki-laki dan perempuan itu teman dekat tanpa ada rasa yang tersirat. Meskipun kau bisa menjaga hatimu belum tentu temanmu bisa.  Ya, aku cemburu padamu, bukan karena aku membencimu tapi karena aku menyangimu.