Diam



Bukan sebuah pilihan dan sudut pandang,menghindar dari keramaian,memilih sendiri,menikmati alunan emosi raga dan jiwa,mencari kemufakatan percaya pada diri bergejolak laksana ombak bergemuruh menghantam tepian pantai,membawa beribu angan,tenggelam,menimbun dan hilang.

Hanya duduk sendiri,dipojok ruangan , berfikir dalam-dalam mencerna untaian-untaian kata yang hendak dilontarkan.mengingat kejadian-kejadian yang hampir terlupakan,berangan-angan bermimpi agar terjadi,merakit potongan-potongan duniawi,berimaji,merealisasikandalam dunia fiksi

Hal yang tabu bagi sebagian orang,membuang-buang waktu,tak berpenghasilan,akan ada saatnya nanti dimana diam menyendiri sebuah kebutuhan,dari penatnya lalu lalang dunia.Diam adalah proses sebelum melangkah,harus menimbang-nimbang kemana akan pergi bukan sekadar pergi lalu pulang tapi menikmati setiap langkah yang dipijak.

Semua orang bisa memulai lalu berusaha tapi tak semua orang bisa diam dan merencanakan.Tanah lebih berharga daripada air,air haruslah mengalir agar bermanfaat dan dimanfaatkan,jika diam maka air itu akan rusak dan merusak tapi tanah akan berbahaya jika terlalu banyak gerak dan lebih bermanfaat jika diam.


Disambung.....


Komentar

Unknown mengatakan…
diam....ya mungkin itu cara kita menyusun strategi,tapi diam,tak bisa mewujudkan strategi.harus ada komunikasi,tindakan,keputusan dalam mewujudkan strategi...😎
kataksara mengatakan…
Iya ka ,itu juga benar
Emilda mengatakan…
sayaemilda.blogspot.com

Postingan populer dari blog ini

Mekar

Sayang dan harga diri

Masa lalu dan dirimu